Renungan Minggu

Akulah Terang Dunia

Semakin hari kita semakin akrab dengan singkatan KPK; Komisi Pemberantasan Korupsi. Semakin kita sering mendengarnya, semakin kita mengetahui bahwa begitu banyak wakil rakyat yang terlibat kasus korupsi di negeri ini. Sebenarnya pada masa Orde Baru, kita juga sering mendengar kata korupsi. Karena begitu banyak orang yang yakin bahwa pemerintahan ketika itu melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, yang biasa disingkat KKN. Namun, kita tidak bisa memastikan seberapa jauh praktek KKN terjadi saat itu. Karena belum ada KPK yang sedemikian getol mencari pelaku korupsi di tanah air.

Melihat realita ini tentu semua warga negara Indonesia, termasuk kita merindukan sosok baru untuk menjadi pemimpin bangsa. Sosok yang bersih. Bersih artinya bebas dari korupsi, kolusi maupun nepotisme. Sosok yang mampu membawa perubahan bagi negeri ini. Suatu perubahan menuju arah yang lebih baik. Sosok yang dapat dijadikan panutan bagi anak bangsa. Karena itu, begitu banyak nama yang muncul dalam berbagai survey yang dilakukan. Dari nama-nama yang muncul ada banyak “nama baru” di pentas perpolitikan bangsa. Nama-nama dari mereka yang dirasa layak menjadi pemimpin anak-anak bangsa dalam lima tahun ke depan.

Kita sebagai anak-anak bangsa sedang menantikan sesosok yang akan menjadi pemimpin bangsa selanjutnya. Sosok yang menjadi panutan bagi kita, anak bangsa. Namun kita sebagai anak bangsa, juga harus hidup sebagai anak-anak terang. Anak-anak yang menjadikan Kristus sebagai panutan hidupnya. Karena Kristuslah terang dunia. Dialah terang yang telah membuat orang buta melihat dunia dan juga membuat orang buta itu dapat melihat anugerah kasih Allah dalam karya dan diri-Nya. Kehadiran-Nya di dunia membuat semua yang mau mengikut-Nya dapat mengenali yang baik dan mengetahui cara untuk melakukan kebenaran itu. Karena itu, “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” (Ef.5:14) – YPP