Renungan Minggu

Aku Mengasihimu Walau Pun…

Ketika sepasang suami-istri merayakan usia 10 tahun pernikahannya, mereka mendapat ide untuk menuliskan hal-hal apa saja yang tidak disukai dari pasangannya. Selesai menulis, mereka bertukar kertas dan membacanya bergantian. Pertama suaminya dulu membaca kertas berisi tulisan sang istri. Bunyinya: “Aku tidak suka jika suamiku menyisakan sarapannya, sering lembur, lupa hari ulangtahunku, tidak mengembalikan barang-barang pada tempatnya, tidak menoleh saat aku mengajaknya berbicara…” Setelah membaca lebih dari 25 hal yang tidak disukai oleh istrinya, mata sang suami berkaca-kaca. Dia sedih karena ternyata selama ini sering membuat kesal istri tercintanya. Sang istri puas melihat reaksi suaminya dan berharap dia akan berubah. Kini gilirannya membaca tulisan sang suami. Begitu membacaranya, ia tertegun sebab kertas itu hanya bertuliskan “Engkau sudah cukup bagiku. Terimakasih, sayangku.” Giliran istrinya yang menangis. Dia menyesal karena selalu mengingat- ingat kesalahan suaminya, padahal kesalahannya dilupakan oleh suaminya.

Sang suami menunjukkan kasih kepada istrinya dengan cara menerima dia apa adanya. Setiap kita tidak dilahirkan sebagai manusia sempurna. Jika orang lain punya kekurangan, kita pun pasti memilikinya juga. Karena itu, penting bagi kita untuk memiliki kesabaran dalam menghadapi ketidaksesuaian dengan anggota keluarga yang lain. Lalu mengampuni dan melupakan kesalahan mereka supaya tidak berkelanjutan sehingga merusak hubungan baik keluarga. Firman Tuhan dari Kolose 3:12- 13 menasihatkan agar kita sabar seorang terhadap yang lain. Meneladani Kristus yang mau mengampuni sehingga tidak lagi ada dendam. Memang tidak mudah untuk dipraktekkan, apalagi jika anggota keluarga sering membuat kesal karena melakukan kesalahan berulang kali. Namun ini bukan hal yang mustahil. Kita harus mengenakan kasih yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kolose 3:14). Kasih semacam itu hanya ada jika kita telah memiliki kasih Kristus. Kasih Kristuslah yang memampukan kita untuk hidup sesuai dengan teladan-Nya. (Ejo)

Arsip