arsip

Archive for

Kasih Setia-Nya Lebih Baik Dari Hidup

Yesaya 63:7-9; Ibrani 2:10-18; Matius 2:13-23 Seorang sahabat menulis, “Sebagai manusia normal, kita setuju bahwa kesetiaan itu penting. Kita mencari pasangan hidup yang setia, pegawai yang setia, bahkan anjing peliharaan yang setia. Namun bukankah kesetiaan penting selama hal itu menguntungkan kita? Kita mengharapkan orang lain setia, tetapi kita sendiri belum tentu setia, khususnya jika itu … Continue reading »

Iman Datang, Ketakutan Hilang

Yesaya 7:10-16; Roma 1:1-7; Matius 1:18-25 Dua tahun lalu, saya merasa terusik ketika menyaksikan drama Natal di GKI Peterongan. Di sana dikisahkan lika-liku pergumulan Yusuf dan Maria ketika hendak menikah dan menggenapi rencana agung Allah. Saya jadi sadar, betapa banyak kisah natal sering luput dari perhatian kita. Minggu ini kita membaca lagi kisah kelahiran Yesus. … Continue reading »

Tetap Bergemar Di Masa Sukar

Yes. 35:1-10; Mzm. 146:5-10; Yak. 5:7-10; Mat. 11:2-11 Akhir-akhir ini saya sering mencermati paham ateisme. Dahulu saya kira mereka sombong, bodoh, dan tidak pernah membaca Alkitab. Walau memang benar sebagian dari mereka tidak peduli dengan kebenaran Alkitab, sebagian lagi tidak mempercayai Tuhan karena mendapati apa yang mereka ‘pelajari’ tentang Tuhan tidak sesuai dengan kenyataan hidup … Continue reading »

Buah Pertobatan Sejati

Yesaya 11:1-10, Roma 15:4-13, Matius 3:1-12 “Kapok lombok !” adalah sebuah ungkapan tentang rasa sesal karena berbuat, tetapi tidak lama lagi diulangi kembali. Pedas adalah rasa yang sedianya tidak nyaman. Tetapi apabila digabungkan dengan rasa yang lain seperti manis, asin, dan gurih, pedas akan menjadi sebuah gabungan rasa yang saling melengkapi, yang membuat si perasa … Continue reading »