arsip

Archive for

Doa Sebagai Negosiasi

Kalau belanja, saya lebih suka membeli barang dengan harga pas. Praktis. Cepat. Harganya jelas. Teman saya sebaliknya. Hobi bernegosiasi. Ketika menemaninya belanja di Mangga Dua, dia suka sekali tawar-menawar. Mulai dari setengah harga, berangsur tawaran dinaikkan sampai terjadi kesepakatan. Prosesnya lama, tetapi gaya memelasnya mampu meluluhkan hati penjual. Dia bilang, ada kepuasan tersendiri ketika menawar. … Continue reading »

Mengimani Sabda Allah

“Saya yakin sebentar lagi pasti Ponco datang. Dia sudah berjanji mau membantu melatih kita,” kata seorang pemusik pada tim musiknya. 45 menit berlalu dan yang ditunggu belum juga datang. Semua kecewa. Ternyata bukan Ponco yang ingkar janji, melainkan si pemusik yang “salah mengimani” perkataan Ponco. Benar dia berjanji mau membantu, tetapi bukan hari itu, melainkan … Continue reading »

Begitu Dekat. [Tidak] Begitu Nyata?

“Begitu Dekat. Begitu Nyata”, motto Telkomsel dalam  memasarkan layanan selularnya. “Dekat” karena lewat telepon genggam, kekasih yang tinggal jauh bisa dihubungi seketika. “Nyata” karena suaranya terdengar jelas sekali, seolah hadir di hadapan anda. Firman Tuhan pun sebenarnya begitu dekat dan nyata. Ia “sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan” … Continue reading »

Dia Yang Memulihkan

Memulihkan berarti menjadikan suatu keadaan baik atau sehat kembali seperti semula. Siapa yang butuh dipulihkan? Mereka yang sedang sakit, jasmani atau rohani. Apa yang anda lakukan ketika sakit dan ingin pulih? Jelas anda perlu ke dokter, “sang pemulih.” Tetapi setelah itu, anda harus berusaha menuruti nasehatnya. Minumlah obat sesuai resep, betapapun pahitnya. Banyak orang tidak … Continue reading »