arsip

Archive for

Bekerjasama Dalam Perbedaan

Darimana sebuah kelompok terbentuk? Adanya persamaan. Beberapa orang punya kesamaan minat, hobi, profesi, usia, status sosial, ras, atau agama. Kesamaan ini memunculkan kebutuhan bertemu. Agar bisa saling berbagi, berdiskusi, dan bermimpi. Persamaan membuat pembicaraan jadi nyambung. Anggotanya makin akrab. Kompak. Juga eksklusif. Sebab ada identitas dan norma yang berlaku khusus bagi anggota. Tercipta aneka kelompok, … Continue reading »

Kegagalan Seorang Pelayan

Kemenangan Jokowi-Ahok dalam Pilkada Jakarta merupakan  fenomena menarik. Awalnya orang pesimis mereka bakal  menang. Keduanya bukan orang Jakarta. Jokowi dipandang “orang sederhana.” Praktisi, bukan konseptor. Sedangkan Ahok berasal dari kelompok minoritas. Saingannya adalah gubernur asal Betawi yang sudah berpengalaman memimpin Jakarta. Menguasai medan. Punya jaringan kekuasaan. Namun masyarakat justru memilih Jokowi-Ahok. Kekuatan mereka justru terletak … Continue reading »

Lidah Seorang Murid

Pak Bowo hampir diterima bekerja. Tes psikologi lolos. Keterampilan oke. Pengalaman segudang. Hasil wawancara memuaskan. Tetapi diam-diam, mantan boss-nya mengatakan pada staff rekrutmen tempat Bowo mendaftar kerja, bahwa Bowo tidak jujur. Para staff mempercayainya. Alhasil Bowo tidak jadi diterima dan perusahaan itu kehilangan calon karyawan potensial. Lidah, walau kecil ukurannya, sangat besar kuasanya (Yak 3:1-12). … Continue reading »

Kerendahan Hati Yang Mengherankan

Anda suka tersinggung? Tersinggung waktu dikritik. Waktu menerima SMS yang kata-katanya terkesan merendahkan.  Waktu rekan kerja diberi sanjungan, namun anda tak masuk hitungan. Anda marah, membela diri, memusuhi bahkan dendam pada pihak yang bikin tersinggung. Padahal yang menyinggung belum tentu menyadari apa salahnya. Orang menjadi suka tersinggung alias sensi (sensitif) saat menilai dirinya lebih dari … Continue reading »

Bukan Sekedar Pendengar Firman

James Finley masuk ke biara terapis di Kentucky karena mau belajar meditasi dari Thomas Merton. Tadinya ia mengira, pakar meditasi itu akan segera mengajarinya teknik meditasi. Ternyata ia tidak diarahkan sama sekali. Ia kecewa, lalu bertanya mengapa. Merton menjelaskan: meditasi sejati munculnya dari relasi. Saat orang rindu mendekati Tuhan, punya relasi intim, ia akan menemukan … Continue reading »